ADS

loading...

Friday, December 1, 2017

MADAM CURIE JERMAN


Pada bulan Desember 1938, Lise Meitner, seorang fisikawan Austria yang tinggal di Swedia, menerima surat yang membuatnya bertanya-tanya dari mitra lamanya di University of Berlin, Otto Hahn. Surat itu menjelaskan percobaan dilakukan oleh Hahn dan seorang koleganya yang lain, Fritz Strassman. Dalam percobaan ini, mereka membombardir uranium dengan neutron dengan harapan dapat menciptakan unsur-unsur yang lebih berat.

            Sewaktu mereka menganalisis produknya, kedua kimiawan ini terkejut karena yang ditemukan adalah Barium (Ba) yang massanya hampir separuh dari massa uranium (U). Ketika sedang berjalan-jalan di pedesaan Swedia, Meitner dan keponakannya Otto Frisch, yang juga fisikawan, menyimpulkan bahwa Hahn dan Strassman telah membelah inti uranium. Dengan meminjam istilah “fisi” dari biologi yang diterapkan dalam pembelahan sel, ilmuwan-ilmuwan ini menyebut gejala yang baru ditemukan tersebut sebagai fisi inti (nuclear fission). Mereka menghitung bahwa proses itu akan melepas banyak sekali energi.
            Lise Meitner adalah sosok terkenal dan dihormati dalam bidang fisika inti; Einstein menjulukinya “Madam Curie Jerman”. Ia lahir pada tahun 1878 di Vienna, Austria, dan menunjukkan pada ketertarikannya dalam matematika dan sains sejak kanak-kanak. Pada tahun 1906 ia meraih gelar Ph.D. bidang fisika dari University of Vienna, wanita kedua yang mendapatkannya di universitas berumur 500 tahun tersebut. Segera setelah itu, ia mulai menjalin kerja sama yang sangat panjang dengan Hahn. Karena dia seorang wanita, Meitner hanya diberi bengkel tukang kayu sebagai laboratoriumnya, dan dia bekerja selama lima tahun tanpa digaji. Berangsur-angsur keadaannya membaik dan pada tahun 1922 dia ditunjuk sebagai dosen di University of Berlin.

            Penelitian Meitner terganggu pada tahun 1938 ketika Hitler menguasai Austria dan dia kehilangan kewarganegaraannya. Oleh karena dia seorang Yahudi, dia melarikan diri ke Swedia di mana dia meneruskan kerjanya dengan Hahn lewat surat. Pada tahun 1944 Hahn dianugerahi Hadiah Nobel dalam bidang kimia untuk kerjanya dalam fisi inti. Kontribusi Meitner tidak disebut sama sekali dalam keberhasilan ini. Sekarang patung Lise Meitner dipajang di antara fisikawan besar yang lain di Deutsche Museum di Munich, Jerman dan unsur nomor 109 diberi nama Meitnerium (Mt) untuk menghormatinya. Tulisan pada batu nisannya di Cambridge, Inggris, berbunyi “Lise Meitner, 1878-1968, ilmuwan besar yang tak pernah lupa kemanusiannya”.

No comments:

Post a Comment