ADS

loading...

Thursday, August 16, 2018

BAHAYA MAKAN IKAN YANG TERKONTAMINASI RACUN



Saat ini, daging ikan mengalami kontaminasi parah berbagai bahan kimia beracun yang dihasilkan manusia. Racun-racun ini telah diidentifkasi sebagai penyebab kanker, kemunduran kecerdasan otak, dan kontaminasi bakteri. Akan tetapi Anda tidak sadar bahwa setiap kali Anda makan ikan, Anda juga memasukkan racun-racun tersebut ke dalam tubuh Anda, yang terdiri dari bakteri, logam-logam berat, dan pengontaminasi lainnya.
Tubuh ikan menyerap racun-racun yang ada pada habitatnya. Semakin tinggi posisi seekor ikan dalam rantai makanan, maka semakin beracun ikan tersebut jadinya. Ikan-ikan yang besar (seperti tuna dan salmon) memakan ikan-ikan kecil dan mereka menyerap juga racun-racun yang ada dalam tubuh mangsanya. Racun yang banyak ditemukan pada ikan adalah PCBs (polychlorinated biphenyls), yang mana menyebabkan kerusakan hati, kelainan jaringan syaraf, dan gangguan janin; dioksin, biasanya terkait dengan kanker; radioaktif, misalnya strontium 90; dan masih banyak logam-logam berbahaya seperti mercury, cadmium, chromium, lead, dan arsenic, yang mana dapat menyebabkan gangguan-gangguan mulai dari kerusakan ginjal sampai dengan gangguan perkembangan mental. Dan kabar buruknya, sekali dikonsumsi racun-racun ini dapat mengendap sampai beberapa dekade.

Masyarakat Indonesia sendiri pernah menjadi contoh kontaminasi parah logam berat pada ikan dalam kasus „Minamata‟ di teluk Buyat beberapa waktu yang lalu. Para penderita penyakit minamata saat itu banyak yang mengalami kerusakan syaraf dan kemunduran kecerdasan otak yang signifkan. Sebagaimana juga Anda ketahui, laut adalah tempat pembuangan akhir segala sampah manusia yang dapat larut di air, mulai dari tinja (kotoran manusia maupun hewan) sampai dengan bahan-bahan kimia yang larut di air. Jadi, dengan makan ikan, Anda juga telah mengambil resiko untuk terkontaminasi bakteri-bakteri dalam kotoran seperti salmonella, listeria, dan E.coli. Di AS (Amerika Serikat), seafood adalah penyebab nomor satu dalam kasus keracunan makanan. Menurut sebuah laporan dari GAO (General Accounting Office) AS, industri seafood tidak diregulasi dengan baik. Faktanya, FDA (Food and Drug Administration) AS bahkan tidak terlalu peduli untuk melakukan tes pada daging ikan terhadap kemungkinan kontaminasi racun-racun kimia maupun bakteri-bakteri berbahaya.
Jurnal akademis yang berjudul Environmental Microbiology yang diterbitkan pada bulan Juli 2006 memperingatkan akan bahaya yang ditimbulkan oleh antibiotik yang diberikan pada ikan-ikan di peternakan. Obat-obatan ini diberikan agar ikan-ikan dapat bertahan hidup dalam kondisi yang penuh sesak dan tercemar oleh berbagai kotoran. Para ilmuwan sangat mengkhawatirkan timbulnya bakteri-bakteri yang kebal terhadap antibiotik karena pemakaian antibiotik dalam jumlah besar dan terus menerus pada ikan ternak. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya jenis-jenis penyakit baru yang tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan yang ada saat ini. Contoh yang sama terjadi pada unggas dalam kasus flu burung. “Apabila kita tidak menghentikan penggunaan antibiotik prophylatic di peternakan ikan, jangan heran jika kita akan menemukan lebih banyak bakteri patogen yang kebal terhadap antibiotik bermunculan, menyebabkan peningkatan penyakit pada ikan, hewan, dan juga manusia,” kata Dr.Felipe Cabello.
Penangkapan ikan modern telah merusak keanekaragaman hayati laut. Para penangkap ikan mengumbar jaring yang lebarnya dapat mencapai satuan kilometer, kemudian menyapu seluruh ikan yang dilewati oleh jaring tersebut, dan sayangnya seluruh habitat karang laut pun ikut tersapu. Praktek penangkapan ikan telah menghancurkan ekosistem laut dalam jumlah yang luar biasa. Populasi ikan yang berukuran relatif besar saat ini hanya tersisa sepuluh persen dari jumlah mereka pada tahun 1950-an.
Peternakan ikan juga menyumbangkan kerusakan laut dalam jumlah besar. Ikan-ikan yang diternak di tambak-tambak di lautan banyak yang terserang wabah penyakit dan parasit karena keadaan tambak yang sangat penuh sesak dan ikan-ikan yang hidup bersama kotoran
mereka. Ketika ikan-ikan ini kabur dari tambak, mereka mengancam kehidupan ikan-ikan lain di lautan dengan penyakit yang mereka bawa. Peternakan ikan juga mencemari perairan di daerah pesisir pantai dengan kotoran ikan dalam jumlah yang sangat besar, selain itu juga dibutuhkan penangkapan ikan-ikan kecil dalam jumlah besar untuk memberi makan ikan-ikan ternak.
Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa kerusakan yang disebabkan oleh industri peternakan dan penangkapan ikan tidak dapat diperbaiki. Atau setidaknya akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memperbaikinya. Apabila Anda peduli dengan lingkungan, Tolong! Lepaskanlah ikan dan jenis hewan air lainnya dari piring makan Anda, biarkan mereka hidup bebas dalam habitat mereka. Hal ini tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga sangat baik bagi kesehatan dan anda juga telah menghindari penumpukan logam-logam berbahaya, kontaminasi bakteri dan virus pada ikan.
Pembahasan lengkap artikel ini dapat anda lihat di:

1 comment: