ADS

loading...

Thursday, March 1, 2018

PERMASALAHAN LIMBAH RADIOAKTIF




Limbah radioaktif adalah sebuah persoalan bagi berbagai negara yang memiliki pembangkitan listrik nuklir atau industri atau senjata nuklir yang signifikan. Di AS, limbah seperti itu di atur di bawah Neclear Regulatory Commission (NRC) dan depertemen energi/Departemen of Energi (DOE). Problem khusus dihadirkan oleh limbah campuran yang mengandung limbah kimia dan limbah radioaktif.
Salah satu contoh baru baru ini tentang sebuah fasilitas yang disulitkan oleh radioaktif dan limbah campuran di AS adalah Rocky Flat di dekat Denver, Colorado, yang digunakan untuk memproduksi sanjata nuklir semenjak tahun 1950 an, kompleks ini memperkerjakan 6.000 pekerja meliputi 384 are di tengah-tengah 6.650 are daerah penyangga/buffer zone, dan mendiami 134 bangunan dengan luas area kira-kira 90.000 m2.

Dalam tahun 1957 dan 1969, terjadi kebakaran lagi yang menyangkut plutonium. Plutonium menyebar di daratan Rocky Flats, dan terjadi beberapa insiden pelepasan tritium pada sumber mata air minum. Diantara sebagian besar limbah yang harus ditangani di Rocky Flats adalah sebagai berikut:
·         Radionuclides: americium 241, plutonium 238, 239, 241, 242 thorium 232, tritium, uranium 233, 234, 238.
·         Logam beracun: berllium, cadmium, chromium, timbal, air raksa, nikel.
·         Pelaryt: bensin, karbon tetrachloride, chlorofrom, chlorometan, tetracholoroetheylene, 1,1,1-trichloroetane, trichloroethylene.
·         Berbagai campuran berbahaya: benzenedine, 1,3- butadeine, ethylene oxide, propylene oxide, formaldehyde hydrazine, nitric acid.
Problem besar sehubungan dengan limbah radioaktif adalah handford Nuclear Reservation terletak dekat Richland di negara bagian Washington. Ini adalah lokasi sebuah fasilitas besar untuk memproduksi plutonium yang di peruntukkan bagi senjata nuklir dari tahun 1940-an hingga kira-kira 1990.
Proses ekstraksi uranium plutonium (purex) digunakan untuk mengekstraksi plutonium dari bahan bakar reakton nuklir neutron uranium tak teradisi. Produksi setiap kg limbah radioaktif tinggi dan kira-kira 200.000 liter limbah nuklir adalah tangki 101-SY yang mengandung 48 kg plutonium di dalam 4 juta liter lumpur yang berbahaya. Radioaktif di dalam tangki memanaskan isinya, dan reaksi kimia menghasilkan campuran gas hidrogen dan nitrogenoksida yang mudah meledak. Pada interval kira-kira 90 hari, suatu gelembung-gelembung gas dilepaskan, dan isi tangki mendingin. Selama kejadian ini lapisan kerak di atas limbah naik kira-kira 30 cm. Ini benar-benar situasi yang menarik.
SUMBER BUKU: KLIK DISINI

No comments:

Post a Comment