ADS

loading...

Monday, February 12, 2018

PEPSICO DAN INDOFOOD: MITRA DALAM MINYAK SAWIT YANG BERMASALAH






PepsiCo merupakan perusahaan makanan ringan dengan wilayah distribusi paling luas didunia dan salah satu pembeli minyak sawit yang utama. Pada tahun 2014, perusahaan ini menggunakan 470.045 metrik ton minyak sawit dalam setahun untuk menghasilkan produk-produknya -- seperti Doritos, Lay’s Potato Chips dan Quaker Chewy Bars – dan tiap tahun penggunaannya terus meningkat.
Pada bulan September 2015, PepsiCo menerapkan kebijakan baru yang bertujuan untuk menghentikan laju pengrusakan hutan hujan dan lahan gambut serta menghentikan pelanggaran hak asasi manusia dan buruh yang masih terjadi dalam rantai pasok minyak sawitnya di seluruh dunia. Kebijakan baru ini menjabarkan standar-standar yang lebih ketat bagi pemasok langsung PepsiCo, tetapi tidak menetapkan kewajiban yang sama bagi Mitra Bisnis PepsiCo, yaitu Indofood – produsen tunggal produk-produk PepsiCo di Indonesia.
Celah ini berarti minyak sawit yang digunakan dalam produk-produk PepsiCo di Indonesia –garda depan pelaku ekspansi perkebunan kelapa sawit, perusak hutan hujan dan pelanggar hak-hak asasi manusia dan buruh – tidak dimandatkan untuk memenuhi kewajiban tidak ada deforestasi, tidak melakukan ekspansi di lahan gambut kaya karbon, dan tidak melanggar hak asasi manusia maupun buruh yang dijabarkan dalam kebijakan PepsiCo terbaru.
Indofood merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia dan perusahaan makanan terbesar di Indonesia. Sehingga, perusahaan tersebut dikenal melalui produk-produk makanannya seperti Indomie, Chitato, Lays dan Cheetos. Sebagai perusahaan yang terintegrasi secara vertikal, Indofood memproduksi dan memproses bahan mentah (termasuk minyak sawit), membuat produk-produk makanan, dan mendistribusikan hingga menjual produkproduk konsumen. Penerimaan Indofood tahun 2015 kurang lebih setara dengan 5 miliar Dolar AS.13 Dipucuk pimpinan Indofood adalah Anthony Salim yang menguasai First Pacific Company Ltd., yang akhirnya menguasai 50,1% saham di Indofood.
Salim, orang terkaya ketiga Indonesia menurut majalah Forbes, juga memiliki saham dalam bisnis-bisnis yang tidak berhubungan dengan First Pacific dan Indofood, termasuk bisnis-bisnis minyak sawit lainnya. Indofood Agri Resources Ltd. (IndoAgri), perkebunan kelapa sawit anak perusahaan merupakan perusahaan minyak sawit swasta terbesar ketiga di Indonesia. Dengan total luas perkebunan mencapai 246.000 hektar di Sumatera dan Kalimantan. Perusahaan ini telah melakukan ekspansi besarbesaran dalam kurun waktu delapan tahun terakhir yang mencapai lebih dari 10.000 hektar perkebunan kelapa sawit baru setiap tahunnya. Pengelolaan bisnis minyak sawit IndoAgri dilakukan oleh anak perusahaannya, yaitu PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (Lonsum) dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (Salim Ivomas). Sejak tahun 2015, IndoAgri telah memperoleh pendapatan kurang lebih setara dengan 1 miliar Dolar AS dari produksi dan pengolahan minyak sawit skala besar.
Indofood adalah perusahaan minyak sawit swasta terbesar di Indonesia yang belum menerapkan kebijakan minyak sawit yang bertanggung jawab. Sebuah kebijakan minyak sawit yang bertanggung jawab mewajibkan produksi dan pengadaan minyak sawit yang dapat dilacak secara menyeluruh, dibudidayakan secara sah dan terbukti tidak terkait dengan pelanggaran hak buruh atau hak asasi manusia lainnya, deforestasi, maupun ekspansi di lahan gambut kaya karbon pada kedalaman apa pun.
Kebijakan yang demikian harus diterapkan pada semua operasi Indofood di seluruh dunia termasuk anak perusahaan, kilang, pabrik pengolahan dan perkebunan yang dimiliki, dikelola atau yang diinvestasikan, seberapa pun saham yang dimilikinya. Selain itu, untuk memenuhi standar pasar yang baru, Indofood harus mewajibkan pihak ketiga pemasok minyak sawitnya memenuhi tanggung jawab standar produksi yang sama. Di samping tidak memiliki kebijakan yang memadai, publikasi terbaru telah menunjukkan bahwa Indofood telah melakukan pembukaan dan pembakaran lahan di kawasan hutan hujan, memiliki beberapa kasus konflik sosial yang tidak terselesaikan dalam jangka waktu yang panjang dengan masyarakat dan telah melanggar hak-hak buruh. PepsiCo berpeluang untuk membantu mengubah Indofood menjadi perusahaan kelapa sawit yang bertanggung jawab, tetapi sejauh ini telah gagal melakukannya.
Institusi-institusi pembiayaan yang memiliki saham atau memberikan pinjaman dan jaminan kepada Indofood, First Pacific Company sebagai induk perusahaan Indofood, ataupun IndoAgri anak perusahaan perkebunannya, juga ikut bertanggung jawab atas dampak-dampak negatif terhadap buruh, lingkungan dan masyarakat lokal akibat pembiayaan yang mereka berikan, khususnya yang terkait dengan pelanggaran potensial terhadap perjanjian, norma dan kebijakan hak-hak buruh dan HAM internasional. Lembaga Dana Pensiun Pemerintah Kerajaan Norwegia, yang merupakan Lembaga Investasi Negara (Sovereign Wealth Fund/SWF) terbesar di dunia, baru-baru ini menarik investasinya (divestasi) dari First Pacific Company, sebagai badan pengendali Indofood dan Indofood Agri Resources, kabarnya karena rekam jejak lingkungan dan sosial yang buruk di perkebunan kelapa sawit miliknya. Diketahui lebih dari 200 institusi investor independen memiliki posisi ekuitas yang signifikan di Indofood.20 Di antaranya terdapat institusi investor yang berbasis di Amerika Serikat secara kolektif memiliki hampir 25% saham Indofood, diikuti oleh institusi investor Eropa dengan saham gabungan sebesar 8%.21 Sebanyak 44 bank telah teridentifikasi memberikan pinjaman, jaminan, ataupun jasa keuangan lainnya secara langsung kepada Indofood. Diantara bank-bank tersebut terdapat dua bank komersial terbesar Jepang, yakni Sumitomo Mitsui Financial Group, Mizuho Bank dan Bank of Tokyo-Mitsubishi, bank yang berbasis di Eropa, yaitu HSBC, Royal Bank of Scotland, Rabobank, Standard Chartered, BNP-Parabais dan Deutsche Bank, serta bank lainnya yang berbasis di Amerika Serikat seperti Citibank dan JP Morgan Chase.22 Bank-bank yang memiliki hubungan keuangan dengan Indofood harus terlibat secara bermakna dengan pihak manajemen Indofood untuk memastikan agar mereka mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menginvestigasi secara sistematis dan mengatasi pelanggaran-pelanggaran hak buruh dan hak asasi manusia yang disebutkan dalam laporan ini.
SUMBER :

No comments:

Post a Comment