ADS

loading...

Saturday, January 26, 2019

ZAT-ZAT YANG DAPAT TERBAKAR DAN MELEDAK



Dalam pengertian luas zat yang dapat terbakar adalah sesuatu yang siap terbakar, sedangkan zat yang dapat meledak relative memerlukan rangsangan untuk terbakar. Sebelum mencoba mecermati definisi-definisi ini perlulah kiranya menetapkan beberapa terminology lain. Kebanyakan zat kimia yang cenderung terbakar tak sengaja adalah berupa cairan. Cairan menimbulkan uap, yang biasanya lebih pekat dari pada udara, dan karenanya bertendensi untuk terbakar. Tendensi dari pada suatu cairan untuk terbakar dapat diukur dengan sebuah pengujian dengan cairan dipanaskan dan secara priodik diekspose terhadap nyala api hingga campuran uap dan udara menyala pada permukaan cairan. Temperatur yang terjadi ini dinamakan titik nyala/flash point.

Dengan definisi ini memungkinkan membagi bahan-bahan yang dapat terbakar dalam empat golongan utama. Suatu bahan padat yang dapat terbakar/flammable solid adalah suatu bahan yang dapat menyala karena gesekan atau dari sisa panas proses pembuatan, atau yang mungkin menyebabkan bahaya serius jika menyala. Bahan-bahan eksplosif tidak termasuk dalam kategori ini. Bahan cair yang dapat terbakar/flammable liquid adalah suatu bahan yang memiliki titik nyala/flash point dibawah 60,5ᵒC (141ᵒF).
Bahan cair yang dapat meledak/combustible liquid memiliki titik nyala/flash point lebih dari 60,5ᵒC tetapi di bawah 93.5ᵒC (200ᵒF). Gas adalah suatu zat yang keberadaanya dalam fase gas pada temperature 0ᵒC dan tekanan 1 atmosfir. Gas dalam tekanan yang dapat terbakar/flammable compress gas memenuhi kriteria khusus “batas dapat terbakar yang lebih rendah”/lower flammable limit, jarak dapat terbakar/flammable range (alih dibawah) dan proyeksi terbakar. Khususnya dengan kasus cairancairan, ada beberapa sub klasifikasi atas “dapat terbakar” dan “dapat meledak” (flammability and combustibility) sebagaimana oleh US Departmend of Transporation and the National Fire Protection Assosiation.
            Dalam pembahasan pembakaran/penyalaan uap (vapors), ada dua konsep yaitu flammability limit/batas kemudahan terbakar. Nilai perbandingan uap/vapor di banding udara yang berada di bawah nilai tertentu tidak dapat terbakar karena tidak cukup bahan bahan menentukan lower flammability limit/batas kemudahan terbakar rendah (L.F.L). Demikian juga, nilai-nilai perbandingan uap (vapor)/udara di mana penyalaan tidak dapat terjadi karena tidak cukupnya udara menentukan upper flammability limit/ambang batas kemudahan terbakar (U.F.L).
Perbedaan antara batas kemudahan terbakar atas dan bawah pada temperatur tertentu disebut dengan sebab kemudahan terbakar Flammbility Range). Tabel 2.2 memberikan beberapa contoh cairancairan kimia yang umum. Presentase dari zat-zat yang mudah terbakar (kebanyakan campuran bahan peledak) dinamakan “optimal”. Misalnya dalam kasus acetone, campuran optimal yang mudah terbakar adalah 5% asetone.
            Sebuah persoalan yang sangat berbahaya yang dapat terjadi sehubungan dengan cairan yang mudah terbakar adalah suatu cairan mendidih yang menyebabkan ledakan uap/vapour, BLEVE. Ini disebabkan karena peningkatan tekanan yang begitu cepat dalam container tertutup dari pada cairan yang dapat meledak/flammable liquid yang di panaskan oleh sumber panas eksternal. Ledakan terjadi jika peningakatan tekanan mampu memecahkan dinding container.
Tabel 2.2 Beberapa cairan organik yang mudah terbakar

SUMBER BUKU : KLIK DISINI

1 comment: